Pages

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kirimkan file anda untuk di publikasi disini. via email: Irfandani06@gmail.com.. kami menerima abstak dan isi file dalam format,doc,rtf dan pdf

Kamis, 10 Maret 2011

Siska Alicia Farma : Pengembangan Media Pembelajaran Elektronik (E-Learning) Genetika dalam Pembelajaran Biologi SMA Kelas XII IPA

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi menuntut perubahan sistem pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student center). Media pembelajaran yang berhubungan dengan teknologi informasi (IT) dewasa ini cukup mendapatkan perhatian positif dalam perkembangan dunia pendidikan, yaitu media pembelajaran yang disebut dengan e-learning. Biologi memiliki banyak cabang ilmu yang masing-masingnya memiliki karakteristik yang spesifik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang spesifik juga dalam pembelajaran. Salah satu cabang ilmu biologi adalah genetika. Ilmu ini memiliki karakteristik yang abstrak, sehingga dalam kondisi biasa tidak bisa langsung teramati sehingga siswa sering kali sulit memahami materi tersebut. Siswa membutuhkan banyak latihan, diskusi, dan mendapatkan informasi terbaru tentang genetika dan perkembangannya. Sehingga dengan menggunakan e-learning genetika sebagai salah satu media dalam pembelajaran biologi sebagai suplemen kendala tersebut dapat diatasi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian dengan tujuan menghasilkan e-learning genetika yang valid dan praktis.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model 4D yaitu define, design, develop dan disseminate. Namun dalam penelitian ini tahap disseminate tidak dilakukan. Tahap define terdiri dari analisis materi, analisis siswa, dan analisis media e-learning. Tahap design dilakukan perancangan e-learning genetika. Tahap develop dilakukan melalui uji validitas oleh validator dan uji praktikalitas pada lima orang guru dari beberapa sekolah dan siswa SMA kelas XII IPA dari beberapa sekolah. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah hasil analisis materi, analisis siswa, analisis model e-learning, pengembangan e-learning genetika serta uji validitas dan praktikalitas guru dan siswa terhadap e-learning genetika yang dihasilkan. Data ini dianalisis dengan analisis deskriptif.
Pada penelitian ini telah berhasil dibuat e-learning genetika dengan menggunakan LMS Moodle. Hasil uji validitas yang dilakukan oleh 3 orang validator dalam aspek tujuan dan materi pembelajaran, dan keadaan (konstruk), menunjukkam e-learning genetika valid dengan revisi ringan. Hasil uji praktikalitas pada guru dan siswa dalam aspek kemudahan dalam penggunaan, keefektifan waktu, dan daya tarik menunjukkan e-learning genetika sangat praktis. Selanjutnya perlu dilakukan penyempurnaan e-learning genetika dengan mempertimbangkan saran–saran uji praktikalitas serta perlunya dilihat sejauh mana efektifitas penggunaan e-learning genetika ini di dalam proses pembelajaran.

Minggu, 27 Februari 2011

untung romansyah: Pengaruh Variasi Berat Pakan Morus alba var. cathayana dan Morus bombycis var. khunpai terhadap Berat Tubuh dan Panjang Serat Kokon Ulat Sutera (Bombyx mori L.)

ABSTRAK

Ngengat sutera atau sutera (Bombyx mori: "ulat murbei") adalah ngengat yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai penghasil serat/benang sutera. Makanan ulat sutra hanyalah daun murbei (Morus spp) yang didalamnya terkandung karbohidrat, protein, lemak dan air.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi berat pakan Morus alba var. cathayana dan Morus bombycis var. khunpai terhadap berat tubuh dan panjang serat kokon ulat sutera (Bombyx mori L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan berupa pemberian variasi berat pakan Morus alba var. cathayana dan Morus bombycis var. khunpai. Data dianalisis dengan menggunakan uji F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian variasi berat pakan Morus alba var. cathayana dan Morus bombycis var. khunpai berbeda nyata terhadap berat tubuh Bombyx mori L. dan panjang serat kokon Bombyx mori L. Pemberian pakan dengan murbei varietas Morus alba var.cathayana seberat 25% dan Morus bombycis var. khunpai seberat 75% dari berat pakan lebih baik daripada pemberian variasi berat pakan lainnya, yaitu dengan berat tubuh Bombyx mori L. seberat 3,49 gram dan panjang serat kokon Bombyx mori L. sepanjang 1023,608 meter.

Rahmawati. D: Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Strategi Belajar Membuat Peta Konsep Menggunakan Model Pembelajaran Langsung.

Banyak siswa mengalami masalah dalam pembelajaran, karena mereka tidak tahu bagaimana cara belajar yang baik. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengajarkan strategi belajar kepada siswa. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sangat sedikit guru yang melaksanakan 
 ABSTRAK

Pembelajaran strategi belajar tersebut. Selain itu, tidak ada contoh perangkat pembelajaran yang dapat dipedomani guru dalam mengajarkan strategi belajar ini kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perang-kat pembelajaran untuk strategi belajar membuat peta konsep menggunakan pembelajaran langsung, melihat validitas perangkat pembelajaran yang dikem-bangkan, melihat keterlaksanaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, melihat aktivitas siswa dalam pembelajaran, serta melihat respons siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri atas buku siswa, RPP, media pembelajaran dan alat evaluasi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yakni penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk. Perangkat pembelajaran untuk strategi belajar membuat peta konsep menggunakan model pembelajaran lang-sung dikembangkan dengan menggunakan four-D-models yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Tahap define terdiri atas analisis kebutuhan, analisis siswa dan analisis tugas. Pada tahap design dilakukan penyusunan perangkat pembelajaran untuk strategi belajar membuat peta konsep menggunakan model pembelajaran langsung. Tahap develop dilakukan melalui tiga langkah, yaitu validasi oleh pakar pendidikan, simulasi di hadapan mahasiswa program studi Pendidikan Biologi yang telah mengambil mata kuliah Strategi Pembelajaran Biologi dan uji coba terbatas pada siswa di SMA N 8 Padang kelas X4. Setelah setiap langkah pada tahap develop ini selesai, maka dilakukan revisi terhadap perangkat pembelajaran tersebut sebanyak tiga kali. Setelah tiga kali mengalami revisi, diperoleh perangkat pembelajaran untuk strategi belajar membuat peta konsep menggunakan model pembelajaran langsung yang baik. Tahap dissemi-nate tidak dilakukan.
Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah hasil validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, aktivitas siswa, serta respons sis-wa terhadap perangkat pembelajaran yang dihasilkan. Data ini dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil validasi yang diberikan validator memperoleh nilai rata-rata sangat baik. Keterlaksanaan RPP yang digunakan secara keseluruhan baik. Aktivitas siswa dalam pembelajaran beragam. Respons siswa yang diminta setelah kegiatan uji coba secara umum positif. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah teruji validitasnya dan dikategorikan baik.

Rahmawati. D: Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Metode Diskusi Kelompok Menggunakan Lembaran Kerja di SMPN 13 Padang

 ABSTRAK

Permasalahan yang dihadapi oleh guru Biologi di SMPN 13 Padang ditunjukkan oleh permasalahan rendahnya aktivitas siswa dalam mengikuti pem-belajaran di kelas. Rendahnya aktivitas belajar siswa tersebut merupakan penye-bab rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi tahun pelajaran 2007/2008 yang rata-rata berkisar 5,8 - 6,5. Adapun cara yang diperkirakan dapat membantu untuk mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar adalah meto-de diskusi kelompok menggunakan lembaran kerja. Menggunakan metode diskusi kelompok memakai lembaran kerja siswa, akan membuat semua siswa berparti-sipasi secara aktif untuk memecahkan masalah yang dihadapi kelompoknya. Dengan demikian, diharapkan aktivitas belajar siswa juga dapat ditingkatkan. Oleh karena itu dilaksanakan suatu tindakan kelas dengan judul ’’Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Metode Diskusi Kelompok Menggunakan Lembaran Kerja di SMPN 13 Padang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah kegiatan belajar mengajar menggunakan metode diskusi kelompok memakai lembaran kerja dapat meningkatkan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar?
Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. Berdasarkan kelemahan atau kekurangan yang terlihat pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus I, maka direncanakan pembelajaran yang lebih baik pada siklus II, agar peningkatan aktivitas siswa yang terjadi benar-benar signifikan.
Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa aktivitas belajar siswa dengan metode diskusi kelompok memakai lembaran kerja dapat ditingkatkan, hal ini dapat dilihat dari rata-rata aktivitas siswa yang berpartisipasi aktif saat diskusi siklus I 67,5 %, siklus II 87,5 %, aktif mengajukan pertanyaan siklus I, 38,3 %, pada siklus II, 64,4 %, siswa yang aktif menjawab dengan pertanyaan siklus I 53,3 %, siklus II 60,8 %, siswa yang mengemukakan pendapat siklus I 26,7 %, siklus II 30,0 %, dan siswa yang membuat kesimpulan siklus I, 60,8 %, siklus II, 92,5 %. Berdasarkan data yang diperoleh selama pembelajaran pada penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa metode diskusi kelompok memakai lembaran kerja dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran.

Anton Saputra: “Pengaruh Pemberian Bokashi Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth. terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) pada Tanah Ultisol.”

 ABSTRAK

Pemupukan dalam pemeliharaan bibit kakao diperlukan agar pertumbuhannya baik. Salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan adalah kompos Gliricida sepium. Untuk mempercepat proses pengomposan digunakan Effective Microorganism 4 (EM4). Kompos yang dihasilkan melalui fermentasi dengan pemberian EM4 dinamakan bokashi. Peranan bokashi G. sepium dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kakao dapat diamati dengan menggunakan tanah ultisol sebagai media tanam.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian bokashi G. sepium terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) pada tanah ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis 0, 15, 30, 45, 60 dan 75 gram/polybag. Parameter yang diamati adalah jumlah daun, tinggi bibit, diameter batang, berat basah total dan berat kering total bibit kakao.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi G. sepium dapat meningkatkan jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, berat basah total dan berat kering total bibit kakao. Perlakuan F (75 gram/polybag) menunjukkan pertumbuhan terbaik.